Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Selain Digital Marketing, Komunitas Bisnis Pandawa Juga Budidaya Ikan Koi

Ilustrasi. (dok. RBI Network)

RBI Network
- Selain pemasaran digital, komunitas bisnis Pandawa juga masuk pada segmen pasar ikan dengan melakukan budidaya Koi. Hal itu diungkapkan oleh Founder komunitas, Ahmad Fairozi.

Menurutnya, budidaya ikan Koi dilakukan saat masuk musim hujan dengan memanfaatkan kolam bekas galian batu kapur dan bendungan (waduk).

“Setidaknya ada dua lokasi yang dijadikan pilot project budidaya ikan Koi. Lokasinya ada di Guluk-Guluk dan Ganding,” ungkap pengusaha muda ini kepada MediaSantri.com, Senin, 10 Mei 2021.

Dijelaskan Rozi, sapaan karib Ahmad Fairozi, pilot project budidaya ikan Koi yang dilakukan anggota komunitasnya diklaim berhasil. Menurut dia, budidaya dilakukan selama kurun waktu Desember hingga April 2021 atau sekitar 4-5 bulan.

“Bibit kita dapatkan dari luar Madura ya. Pada saat bibit dilepas ke kolam, ukurannya berkisar 5-10 cm. Sebagian saat ini sudah dipanen dengan ukuran 25-35 cm. Ada pertumbuhan sekitar 15-20 cm dalam 4-5 bulan terkahir. Ini lokasi kolamnya berada di bekas galian batu kapur ya,” jelas mantan aktivis Kota Malang ini.

Sementara budidaya yang memanfaatkan waduk di wilayah Ganding, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, ikan Koi dipanen dengan cara dijaring dan dipancing. Meski begitu, pihaknya memastikan jika ikan Koi hasil budidaya terbatas ini juga berhasil.

“Hal ini diketahui dari ikan Koi yang berhasil ditangkap. Ukurannya juga berkisar antara 25-35 cm. Bahkan, ada yang lebih besar dari ukuran tadi,” paparnya.

Hingga saat ini, masa panen ikan Koi yang memanfaatkan waduk tersebut masih berlangsung.

“Waduknya itu besar ya, tidak kecil seperti kolam bekas galian batu kapur yang ada di Guluk-Guluk,” rincinya.

Pihaknya mengaku optimistis ke depan budidaya ikan Koi yang dikembangkan komunitasnya akan lebih baik lagi.

“Kami optimistis di masa mendatang budidaya ini bisa berlanjut dengan lebih baik,” ucapnya.

Sementara anggota yang mengelola budidaya ikan Koi ini berjumlah dua orang. Selain budidaya, mereka juga merukan penjual aktif ikan dari berbagai jenis. Mulai dari Koi, Koki, Komet, Balon, Tarung, dan berbagai jenis ikan hias lainnya.

Pasar yang dijangkau keduanya saat ini masih seputar Sumenep-Pamekasan dengan rata-rata omzet penjualan per bulan lebih Rp 1 juta rupiah. (ris/sal)